Gagal Menang, Pelatih Arsenal Sebut Hasil Adil

Gagal Menang, Pelatih Arsenal Sebut Hasil Adil

Jakarta Arsenal gagal meraih kemenangan. Pada laga melawan Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (11/11/2018), Arsenal hanya meraih hasil imbang 1-1

Di laga itu, Arsenal sempat tertinggal lebih dahulu setelah Wolverhampton mencetak gol pada menit ke-13 melalui Ivan Cavaleiro. Meriam London baru bisa mencetak gol balasan melalui Henrikh Mkhitaryan, empat menit jelang bubaran.

Tentunya, ini menjadi pertandingan ketiga Arsenal secara beruntun, gagal menang di laga kandang. Ya, Meriam London hanya mencatatkan hasil imbang di semua kompetisi.

Kendati demikian, Bernd Leno menegaskan, pasukan Unai Emery belum panik. Pasalnya, Meriam London tak menelan kekalahan dalam 16 pertandingan. Bahkan, Arsenal sempat mencatatkan 11 kemenangan beruntun.

“Tentu saja (tidak panik), kami 16 pertandingan tak terkalahkan, tetapi kami harus memenangkan pertandingan ini (kontra Wolverhampton) karena permainan ini di rumah sangat penting. Namun hasilnya sedikit mengecewakan,” ucap kiper Arsenal itu, dikutip dari situs resmi klub.

Leno mengatakan, Arsenal hampir saja mati kutu melawan Wolverhampton. Pasalnya, tim asuhan Nuno Espirito Santo mempunyai delapan peluang, empat di antaranya tepat sasaran.

“Saya pikir, jika kami kebobolan gol kedua maka permainan akan selesai. Untungnya, kita hanya kemasukan satu gol sehingga kami memiliki kesempatan untuk meraih hasil imbang,” ujarnya.

“Seharusnya, kita bisa memenangkan permainan ini,” kata kiper Arsenal berkebangsaan Jerman tersebut.

Sementara itu, pelatih Arsenal, Unai Emery memuji timnya yang menunjukkan karakter kuat. Dia menilai Arsenal bisa saja mencetak lebih banyak gol, namun pada akhirnya hasil imbang tersebut memang yang paling adil untuk kedua tim.

“Saya pikir tim kami bermain dengan karakter dan kami mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan sebelum gol kami. Kami juga terus berusaha mencari jalan untuk memenangkan pertandingan tetapi akhirnya kami hanya imbang.”

“Dalam lima atau 10 menit terakhir, kami mengambil risiko untuk memenangkan pertandingan. Pada akhirnya kami bisa berkata ‘Oke, kedua tim layak mendapatkannya’ (hasil imbang),” tutup Emery.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *