Bola99 – Mengenal Lebih Dekat Atlet Pencak Silat Peraih Emas Asian Games 2018: Pipiet Kamelia

Bola99 - Mengenal Lebih Dekat Atlet Pencak Silat Peraih Emas Asian Games 2018: Pipiet Kamelia

Bola99 – Pipiet Kamelia mengalahkan wakil Vietnam Thi Cam Nhi Nguyen pada final nomor 60-65 kg putri cabor pencak silat Asian Games 2018.

Melawan Nguyen Thi Cam Nhi, pesilat putri Indonesia berusia 23 tahun itu menang mutlak 5-0. Berkat kesuksesannya, secara otomatis Pipiet akan jadi salah satu atlet yang bakal menerima bonus Rp 1,5 miliar dari pemerintah.

Pemerintah lewat Kemenpora telah menjanjikan bonus Rp 1,5 miliar untuk para peraih medali emas Asian Games 2018. Namun, Pipiet Kamelia yang meraih emas Pencak Silat, pada Rabu 30 Agustus 2018, enggan terlalu memikirkan bonus.

Pipiet adalah peraih emas ke-28 Indonesia dari total 30 keping yang sudah didapat di Asian Games 2018. Kepastian itu didapat usai ia memenangkan nomor tarung kelas D 60-65 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta.

Bagi beberapa atlet pendidikan masih merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan. Hal tersebut juga menjadi prinsip Pipiet Kamelia, pesilat putri Indonesia yang meraih medali emas Asian Games 2018. Pipiet ingin menyelesaikan kuliahnya yang sempat tertunda karena persiapan memperkuat Indonesia di Asian Games 2018.

Kesuksesan menjadi peraih medali emas yang akan mendapatkan bonus besar, pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil, dan rumah, tidak membuat Pipiet merasa terpuaskan.

Menurutnya, menyelesaikan pendidikan masih menjadi yang paling penting baginya.

Pipiet menegaskan pendidikan selalu menjadi yang utama dalam dirinya. Namun, membela nama bangsa Indonesia di level internasional juga merupakan kewajiban yang harus dijalani.

Di balik keberhasilannya, Pipiet merupakan pesilat yang unik. Dia selalu selebrasi mengacungkan jari telunjuk setelah berhasil menendang atau memukul lawannya.

Bagi beberapa atlet pendidikan masih merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan. Hal tersebut juga menjadi prinsip Pipiet Kamelia, pesilat putri Indonesia yang meraih medali emas Asian Games 2018. Pipiet ingin menyelesaikan kuliahnya yang sempat tertunda karena persiapan memperkuat Indonesia di Asian Games 2018.

Kesuksesan menjadi peraih medali emas yang akan mendapatkan bonus besar, pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil, dan rumah, tidak membuat Pipiet merasa terpuaskan.

Menurutnya, menyelesaikan pendidikan masih menjadi yang paling penting baginya.

Pipiet menegaskan pendidikan selalu menjadi yang utama dalam dirinya. Namun, membela nama bangsa Indonesia di level internasional juga merupakan kewajiban yang harus dijalani.

Di balik keberhasilannya, Pipiet merupakan pesilat yang unik. Dia selalu selebrasi mengacungkan jari telunjuk setelah berhasil menendang atau memukul lawannya.

Data Diri

Nama: Pipiet Kamelia

Lahir: 6 Januari 1995

Postur: 164 cm/64 kg

Nomor spesialis: Pencak Silat Putri Kelas D: 60-65 Kg

Perjalanan hingga meraih medali Emas:

Perempat final: Vs MOHD SAIFUL Nurul Suhaila (SGP) 5-0

Semifinal: Vs WANKRUE Janejira (THA) 5-0

Final: Vs NGUYEN Thi Cam Nhi (VIE) 5-0

Prestasi internasional:

Juara 1 Kejuaraan Asia, Chengju, Korea, 2017

Medali Perak Sea Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia

Info tambahan:

Panggilan: Pipiet

Hobi: Olahraga, Menari

Pendidikan: Sports Science (Universitas Negeri Jakarta)

Bahasa yang dikuasai: Indonesia

Klub pencak silat: Keluarga Pencak Silat Nusantara

Pelatih: Abas Akbar

Riwayat cedera: Harus menepi selama 5 bulan pada tahun 2016 setelah mengalami cedera lulut

Memulai karier: Memulai karir pada tahun 2007 saat berusia 12 tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *